23rd
“It doesn’t matter, really…”
“What?”
“This. Life.”
“It’s kinda funny, isn’t it?”
“Tch… life IS funny. It always be.”
“Ha! Right…”
“What? You don’t think so?”
“Not really. Just… it’s more to ‘absurd’ than ‘funny’ to me…”
“Well, absurd is funny.”
“Yeah, try sayin’ that when life gets ugly.”
“(shrugging) Life could get ugly all the way it wants, I just need to make sure not to get ugly too.”
“Easy for you to say…”
“Well, I am YOU. So it should be easy for you too.”
“Yeah, but I am like… what, a more logical side of you? So I don’t think I could get it pass by as easy as you.”
“More logical side? Psh… right. And I love Kangen Band.”
“What? It’s true. And stop with the sarcasm please. Kangen Band is just… ugh!”
“Ha! You don’t like it? Nye nye nye nye nye~”
“(rolling eyes) Talking about childish…”
“Whatever.”
(@Office - April 12, 2012)
Kasus ini terjadi di tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Sumatera Selatan.
Diruang sidang pengadilan, Hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan Jaksa PU terhadap seorg nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya lapar. Namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie Grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.
Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus di luar tuntutan jaksa PU. “Maafkan saya,” katanya sambil memandang nenek itu, “Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda anda 1 juta rupiah dan jika Anda tidak mampu membayar maka Anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU.”
Nenek itu tertunduk lesu. Hatinya remuk redam. Sementara Hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1 juta rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.
“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Saudara Panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sampai palu diketuk dan Hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itu pun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.
Sumber: Status Facebook Seorang Teman
“Your own feeling tells you that you were not what you are. I am. That which promised happiness when we were one in heart, is fraught with misery now that we are two. How often and how keenly I have thought of this, I will not say. It is enough that I have thought of it, and can relase you.”
“Have I ever sought release?”
“In words. No. Never.”
“In what, then?”
“In a changed nature; in an altered spirit; in another atmosphere of life; another hope as its great end. In everything that made my love of any worth or value in your sight. If this had never been between us, tell me, would you seek me out and try to win me now? Ah, no!”
“You think not.”
“I would gladly think otherwise if I could. Heaven knows. When I have learned a truth like this. I know how strong and irresestible it must be. But if you were free today, tomorrow, yesterday, can I believe that you would choose a dowerless girl— you who, in your very confidence with her, weigh everything by gain; or, choosing her, if for a moment you were false enough to your guiding principle to do so, do I not know that your repentance and regret would surely follow? I do; and I release you. With a full heart, for the love of him you once were.”
-Scrooge and Belle-
(A Christmas Carol)
Seorang ibu dlm hidupnya banyak membuat kebohongan:
Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Ibu tidak apa apa.” Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.
Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, IBU selalu menganggap kita sbg anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita, tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.
Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu….karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita.
I Love U MOM - Happy Mother’s Day